kwtdker.blogspot.com>20 September 2020. Sebuah organisasi sosial kemasyarakatan wanita tani yang sudah berkiprah selama lebih dua tahun, kini telah memberikan persembahan sebuah nuansa kebun holticultura yang cantik dan memberikan pesona menawan.Masa lalu kebun ini adalah sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) warga sekitar dan perkantoran yang dikelola oleh Ketua Poktanrong (Kelompok Tani Lorong), Sujianto bersama anggota, yang disulap menjadi sebuah kebun.
Berkat kegigihan, kesabaran dan kecintaan pada tanaman membuat Sujianto terus membenahi sedikit demi sedikit bersama anggota Poktanrong. Akan tetapi karena dinamika organisasi akhirnya Poktanrong mengalami metamorfosa, yang semula kelompok tani beranggotakan bapak dan ibu, kini keseluruhan beranggotakan ibu-ibu.
Kemudian diceritakan terbentuknya organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) DEWA KEMBAR di Kelurahan Tamalabba, merupakan perubahan organisasi dari Kelompok Tani Lorong (POKTANRONG) dibawah kepemimpinan Ketua POKTANRONG MAWAR SALMANETTI sebelumnya Sujianto.
Perubahan ini disebabkan karena dinamika organisasi, dimana Program Poktanrong sudah mengalami masa akhir program dari program yang telah dicanangkan sebelumnya oleh bapak Walikota Makassar (Bapak Moh. Ramdhan Danny Pomanto), serta mengalami perubahan peningkatan program berdasarkan SK KWT DEWA KEMBAR yang telah diterbitkan oleh Lurah Tamalabba (Andi Ahmad, SE) dimana organisasi KWT Dewa Kembar tersebut diketuai oleh Hj. Suharni, S. Ap. Pembentukan Kelompok Wanita Tani tersebut mempunyai tujuan utama yaitu untuk meningkatkan kegiatan ibu-ibu dalam mendorong peningkatan kebutuhan nutrisi dan gizi bagi keluarga melalui penanaman berragam jenis sayuran.
Pada awalnya Organisasi Kelompok Tani ini dibentuk berdasarkan SK Pembentukan Kelompok Tani Lorong (POKTANRONG) MAWAR SALMANETTI yang diterbitkan oleh Bapak lurah Tamalabba (Andi Ahmad, SE). Hal ini dikarenakan Lorong Salmanetti telah dua kali meraih juara lomba Lorong Garden, sehingga sebagai bentuk apresiasi dari prestasi yang telah dicapai, bapak Lurah Tamalabba merekomendasikan kepada Dinas Ketahanan Pangan untuk memberikan bantuan berupa sarana pertanian, pupuk kompos, tanah subur, pupuk dan pestisida serta benih, termasuk menyiapkan tenaga penyuluh sebagai pendampingan dalam menjalankan kegiatan bertani.
Apa yang sudah direkomendasikan Bapak Lurah telah mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan untuk memberikan akses bantuan material dan sarana bertani. Kemudian sebagai bentuk pertanggungjawaban kami sebagai Ketua Kelompok Tani Lorong (POKTANRONG) Mawar Salmanetti kala itu, setelah melakukan pertimbangan dari beberapa lokasi yang ada akhirnya kami temukan lokasi yang kami nilai sangat subur, strategis dan mudah dijangkau oleh ibu-ibu dan bapak-bapak dalam melaksanakan kegiatan bertani yaitu di lokasi bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dekat dengan Pemukiman dan kantor.
Hal ini sesuai
dengan program Lingkungan Hidup yaitu memanfaatkan lahan tidur menjadi
lahan produktif untuk bertani/berkebun yang mana telah merubah/konversi dari lingkungan
yang sangat kumuh menjadi lingkungan yang sangat potensial untuk mengembangkan
kegiatan bertani/berkebun maupun usaha tani.
Flashback ke belakang bahwa dahulu lokasi ini adalah sebuah area bekas tempat pembuangan sampah yang telah ditumbuhi semak belukar yang sangat kumuh, tetapi menampilkan warna hijau diatas tumpukan material sampah sehingga kami mempunyai kayakinan, bahwa lokasi tanah ini adalah lokasi tanah yang sangat subur untuk di kemudian hari.
Selanjutnya disitulah kami berkayakinan bahwa
area yang akan kita garap dengan sungguh-sungguh, kedepan pasti akan membawa
kesuburan dan memberikan nilai manfaat yang baik bagi tanaman dan
petaninya. Walaupun kondisi tanah yang kala itu sangat riskan karena banyak
satwa semak belukar yang berbisa termasuk material sampah yang sangat riskan
seperti kaca, paku, serat fiber, kawat berduri, besi, plastik, kain, bantal,
kasur dan segala macam material sampah lainnya.
Bersama warga Kelompok Tani, kita memulai kerja sama membuka lahan,
melengkapi kebutuhan kebun dengan membuat sumur sebagai kebutuhan utama
penunjang dalam melakukan penanaman, membuat pergola dan kelengkapan kebutuhan
lainnya untuk kebun. Oleh karenanya harapan kita kedepan bahwa lahan ini kelak
akan memberikan nilai dan manfaat yang lebih baik bagi lingkungan sekitar
pasti bisa terwujud.
Dan Alhamdulillah berkat doa dan kegigihan kita bersama, sedikit demi
sedikit hingga sekitar dua tahun akhirnya kebun tani kita di Tamalabba sudah
terbuka 100 % dari lahan yang ada.
Awal proses kegiatan pembukaan lahan yaitu sekitar awal November 2018.
Lahan ini kita tanami beberapa tanaman sayuran/buah dan tanaman obat seperti
Kangkung, bayam, bayam brazil, pakcoy, tomat, cabe, terong, okra,
kenikir, ubi, papaya, jahe, kencur, kunyit, kunyit hitam, serey,
kumis kucing, dan tanaman bunga sebagai pesona kebun.
Melalui pendampingan bapak penyuluh kita (bapak Nurman) kita
selalu mendapatkan masukan saran dan informasi penting yang kita harapkan.
Alhasil organisasi kita terus berjalan dengan baik, tanaman kita semakin banyak
dan akan terus berkembang memenuhi area yang ada sekitar 750 m2.
Luas lahan tidur yang kami kelola sekarang sekitar 750 m2 telah tertanami secara keseluruhan dan
sudah beberapa kali dilaksanakan pemanenan.
Nilai dan manfaat tanaman yang ditanam. Nilai tanaman yang kita tanam akan menghasilkan nilai ekonomis yang
cukup baik. Dibandingkan dengan harga pasar kita akan berikan keringanan bagi
para konsumen. Beberapa tanaman sayuran yang kita tanam yaitu sayuran konsumsi
tiap hari seperti Kangkung, bayam, sawi, tomat, cabe, gambas, Okra, termasuk
buah papaya.
Kebersihan, kerapian dan keindahan. Dari segi kebersihan, kerapian dan keindahan kita telah membuat
jadwal piket untuk kelompok tani. Dimana setiap hari selalu melaksanakan
perawatan kebun berupa membersihkan kebun, melakukan penyiangan, merapikan
tanaman dan menjaga keindahan tanaman di kebun sesuai jadwal yang sudah
ditentukan.
Pengairan tertata rapi. Kami
menggunakan pengairan sumber air dari sumur bor dengan mengunakan sistem
pipanisasi penyiraman menggunakan splinker, sehingga tanaman menjadi lebih
subur dan segar. Ini dikarenakan tanah yang tersiram oleh percikan air sistem
pengairan splinker akan mengembang pada media tanah sehingga tanah menjadi
lebih gembur dibandingkan penyiraman dengan cara manual atau menggunakan
selang, disamping itu juga tidak merusak tanaman.
Nilai ekonomis yang kami peroleh dari kegiatan pemanfaatan lahan tidur yaitu ; bahwa kami mempunyai SDM
yang cukup untuk menanam tanaman sayuran dan mampu menghasilkan nilai ekonomis
berupa penjualan hasil penanaman sayur seperti Kangkung, bayam, daun Kacang,
gambas, tomat, cabe termasuk sayuran Obat berupa Okra. Dan kita bersyukur kini
telah terjadi peningkatan pendapatan dari hasil produksi sayuran, meningkat dari yang hanya menjual produk sayuran menjadi
pengolahan hasil produksi sayuran hingga termasuk dalam pemasarannya. Produk
olahan itu adalah tanaman sayuran bayam Brazil yang dibuat olahan menjadi Keripik
Bayam Brazil dan satu
lagi hasil produksi sayuran Pakcoy dibuat olahan minuman Jus Pakcoy yang
memberikan nilai tambah bagi seluruh anggota KWT Dewa Kembar.
Demikian mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan, kami sangat
berterima kasih apabila para pembaca memberikan saran dan masukannya yang
membangun bagi kami,... Terima kasih....🙏🙏














0 comments:
Posting Komentar