🔹 Bahan-bahan:
-
Bahan organik: sisa sayuran, buah-buahan busuk, daun hijau, rumput, atau kotoran ternak (pilih salah satu atau campuran).
-
Gula merah/molase/tetes tebu: ± 1 ons (100 gram) untuk mempercepat fermentasi. Bisa diganti dengan gula pasir.
-
Air bersih: secukupnya (± 5 liter untuk skala kecil).
-
EM4 (opsional): 2–4 sendok makan, untuk mempercepat penguraian.
🔹 Alat:
-
Ember atau jerigen plastik (jangan logam karena bisa bereaksi).
-
Tutup rapat, tapi beri lubang kecil/selang untuk pembuangan gas.
🔹 Cara Membuat:
-
Cacah bahan organik kecil-kecil agar mudah terurai.
-
Masukkan bahan organik ke dalam wadah.
-
Tambahkan air bersih (perbandingan ideal: 1 bagian bahan organik : 2 bagian air).
-
Masukkan gula merah cair (dilarutkan dulu) dan EM4 jika ada.
-
Aduk rata, lalu tutup rapat.
-
Fermentasikan 10–14 hari. Setiap 2–3 hari, buka sebentar untuk mengeluarkan gas.
-
Setelah selesai, saring cairannya → inilah POC siap pakai.
🔹 Cara Penggunaan:
-
Tanaman daun (sayuran, padi, jagung, dll.) → 1 gelas POC : 10 liter air, semprotkan ke daun seminggu sekali.
-
Tanaman buah → 2 gelas POC : 10 liter air, siram ke akar 1–2 minggu sekali.
-
Tanaman hias → larutkan lebih encer (½ gelas : 10 liter air).
👉 Hasil fermentasi biasanya berbau manis-asam (tidak busuk). Kalau baunya sangat busuk, berarti prosesnya gagal, bisa diperbaiki dengan menambah gula/EM4.















0 comments:
Posting Komentar