Membuat pupuk kompos sangat mudah karena bisa memanfaatkan sampah organik rumah tangga atau limbah pertanian. Berikut panduan lengkapnya:
🔹 Bahan-Bahan:
-
Sampah organik: sisa sayuran, buah, daun kering, rumput, jerami, atau kotoran ternak.
-
Air secukupnya (untuk menjaga kelembapan).
-
EM4 atau bio-aktivator (opsional, mempercepat proses penguraian).
🔹 Alat:
-
Wadah/keranjang kompos, bisa dari drum bekas atau lubang tanah.
-
Cangkul/sekop untuk membolak-balik.
🔹 Langkah-Langkah Membuat Kompos:
-
Cacah bahan organik agar lebih cepat terurai.
-
Masukkan bahan organik ke dalam wadah/lubang secara bertahap.
-
Atur kelembapan: jaga agar tidak terlalu kering (seperti spons basah). Tambahkan air jika terlalu kering, tambahkan daun kering/sekam jika terlalu basah.
-
Tambahkan EM4 atau bioaktivator (bisa diganti dengan larutan gula merah) untuk mempercepat fermentasi.
-
Tutup wadah agar tetap hangat, tapi beri sedikit sirkulasi udara.
-
Aduk secara berkala setiap 5–7 hari untuk menjaga oksigen.
-
Proses pengomposan berlangsung ± 1–2 bulan, tergantung bahan dan kondisi.
🔹 Ciri Kompos Matang:
-
Warna coklat kehitaman, menyerupai tanah gembur.
-
Tidak berbau busuk, melainkan berbau tanah segar.
-
Teksturnya remah dan ringan.
🔹 Cara Penggunaan:
-
Taburkan kompos di sekitar akar tanaman.
-
Campurkan ke media tanam (sayur, buah, tanaman hias, dll.).















0 comments:
Posting Komentar